20 Maret 2009

Nitip Tinta

Kejadian tadi lucu banget deh... mo ngeprin laporan PPL eh kehabisan tinta. Mo keluar males mandi.... lagian tanggung nih.... Mumpung Bapak mo jalan nitip ah….
“Pak nitip tinta hitam yang Alvacia”
Eh.. pulang2 kokzz???? Bapak pulang dengan tangan kosong.
“Mana pak tintanya ?”
“Ya ada di sana..”

“Loh kok nggak dibeli ???”

Jadi beginilah dialog Bapak sama penjaga toko Foto copyan disana tadi :
“Cari apa pak...?”
"MInta tinta Alvacianya.."
"Yang mana pak.."
"Tadi sih kata anak saya yang warna hitam"
Lalu dikeluarkannya tiga box tinta "Ini semua merknya Alvacia pak... yang ini untuk printer epson, yang ini canon, yang ini HP Bapak mau yang mana?"

Bapak :

Duhhh.. maap Bapak... ternyata anakmu ini yang bego' lupa kasih tau kalo' merk printer di rumah itu Canon..



Read more...

11 Maret 2009

Belajar Dari The Marvelous Abu

Dulunya dia hanya sesosok bayi super mungil dengan berat kalo’ nggak salah 11,9 ons. Dia bayi merah pertama yang kugendong-gendong dengan yakinnya. Pagi itu suster mengeluarkannya dari incubator dan menyerahkan padaku sebagai walinya, sahh .. (soalnya waktu itu uminya lagi bobo.’ Kecapean abis ngeluarin dya kali yak ?! n mbah utinya lagi berangkat ke Jawa terpaksalah bule’nya yg manis ini yang melakukan acara serah terima si bayi merah hehe .. ). Hemm … rasanya kayak baru kemaren ajahh… Lalu diberilah dia nama Abu Al Haritz Huzaifa Al salafi. Glek !! panjang amattttt bi namanyaa. Sampe’-sampe aku harus minta abinya untuk nulisin di secarik kertas yang kemudian kubawa ke mana-mana dan kukeluarkan setiap ada orang yang menannyakan namanya hehe ..



Dalam sekejap sithole demikian seluruh keluarga memanggilnya menjadi primadona keluarga. Kini Abu/Haritz/thole sudah satu tahun, sudah bisa jalan, dan sudah bisa disuruh !
Ada sesuatu yang istimewa yang baru kusadari beberapa minggu yang lalu padanya. Setiap dia menerima makanan kecil dia tidak lantas melahapnya. Apa yang dilakukannya ?! Sera merta duduk, barulah makanan itu dimakannya.

Beberapa kali aku nggak ngeh. Tapi beberapa hari setelahnya saat ku bengong melihat kebiasaanya itu, seperti mengerti tanda Tanya di kepalaku, Ibu nyeletuk : “Dia kalo’ dikasih makanan diajarin disuruh duduk sama Abinya”. Glek !! aku langsung inget sama kebiasaan jelekku yang gak islami dan gak cewek bangetzz. Suka melahap makanan dimanapun aku memegang makanan. Ya sambil berdiri ya sambil jalan hehe … hem … malamnya aku langsung googling and I found this !! :

Hendaklah seorang muslim ketika makan dan minum melakukannya dengan duduk. Dari Anas bin Malik radhiyallaHu ‘anHu, ia berkata,

“Rasulullah pernah diberi kurma. Aku melihat beliau menyantapnya sambil duduk dengan posisi iq’a karena lapar” (HR. Muslim no. 2044, Abu Dawud no. 3771 dan an Nasai)

Hemm .. ternyata si Abu kecil sudah mengajari aku ..  SEE !!? pelajaran ternyata bisa kita dapatkan dimana saja bukan ?! bahkan dari anak berumur 1 tahun setengah. Nggak perlu gengsi ? Yang terpenting kita sudah telusuri terlebih dahulu bahwa sesuatu itu baik dan benar menurut agama I love ya Abu !!!

Read more...

01 Maret 2009

Saat Kerja Keras Tak berbuah Manis

Jeruk mandarin kale’ …manis Sebenarnya ini adalah sekelumit peristiwa kecil dan spele yang sempet kubesar-besarkan beberapa minggu yang lalu. Saat menerima KHS sementara dari BAAK. Wakkkkk......!! Loohhhh kokzzz…!!! Nilai PPL qu dapet B !!?? Whats wrong !!? Something wrong with my teaching training Process !? or what ?!

Kuingat-ingat kembali kegiatan PPLku selama enam bulan dari bulan juli sampe’ Desember. So far so good.... Ujian PPL yang kutempuh pada tanggal 10 November di kelas VIII dengan jumlah siswa 27 siswa memenuhi semua prosedur penilaian, mulai dari seragam hitam putih, format penilaian untuk dosen pembimbing dan guru pamong, RPP, dua alat peraga/media yang sudah kusiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Satu paket contoh suara dari native speaker mengenai materi yang kubawakan beserta scriptnya dan flash card sebagai cadangan. Dan ternyata perasaan nggak enak yang terdeteksi terhadap rekaman suara itu ternyata terbukti ! Laptop pinjeman itu ngadat !! mengeluarkan suara mirip penjual putu yang sering lewat di depan rumahku jadi kukeluarkanlah senjata cadanganku yang ke dua yaitu flash card. Games untuk menstimulus semangat siswa pun sudah ku terapkan. See !? lengkap kan !? Nilai untuk format penilaian observasiku pun diberi nilai yang sangat tinggi oleh guru pamongku karena memang semuanya lengkap kap mulai dari kegiatan ekstrakurikuler computer sampe’ bimbingan konseling terhadap siswa. Terus kurang apa !!? kudatangi dosen pembimbing : ku tak puas lalu kudatangi Ketua PPL ku tambah Katanya aku mengada-ada, katanya mungkin aku yang kurang berkualitas. Am I !? siang itu aku pulang dengan
berhari-hari kujadi

Selama PPL aku menjadi mahasiswa PPL yang paling bahagia di sekolah tempatku training. Meski panas, hujan, letih, lelah pulang PPL jam setengah dua langsung lanjut kerja jam duanya semuanya nggak ada apa-apanya dibanding rasa happy luar biasa yang kurasakan saat didepan kelas tampil sebagai miss Dewi. Sahhhh … kapan lagi coba’ !? Nanti-nanti belum tentu aku bisa jadi guru seperti hari itu. (Jadi terharu lagi … Tapi ternyata sekarang kumenjadi mahasiswa pederita sebel akut stadium 4 gara-gara nilai PPL yang sudah ku kira-kira dapet “A” ternyata cuman dapet B...

Tapi belakangan, sampai titik kebosananku aku berfikir : bukan itu inti dari semuanya. Nilai PPL itu hanya sebagian kecilnya saja. Intinya adalah pembelajaran yang kudapatkan selama proses PPL itu berlangsung dan semua pengalaman, pelajaran, keterampilan dan rasa pe de yang kudapat dari pelatihan itu. Yeahh .. Bapak ketua PPL itu bener kalaupun aku dikasih nilai “A” belum tentu aku bisa sekualitas itu. Dan aku jadi nyengir sendiri lihat transkrip nilai ku yang lumayan baik padahal sumpah kalau dites aku nggak akan sekualitas itu . hihi .. Akhirnya aku menerima nilai untuk Mata kuliah 4 sks itu dengan suka cita. Sesuka cita aku menerima nilai-nilai A dari dosen-dosen padahal aku belum pantes menerima nilai sebagus itu karena aku sering bolos gara-gara waktu kuliah bentrok dengan waktu kerja. Dan selogowo mas chris John menerima perjuangannya dengan hasil “draw” padahal sebenernya dia yang layak menerima kemenangan itu.

Keaadan nggak sepenuhnya harus persis dengan pengharapan kita bukan !? Jadi kita nggak perlu menga’anarkiskan pikiran karenanya. Setuju !!??

Read more...

Advertising


Produk SMART Telecom

Masukkan Code ini K1-45869D-2
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP