Tampilkan postingan dengan label My writing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My writing. Tampilkan semua postingan

15 November 2009

When We Turn Into The Wind ...

Aku masih di tempat itu.... terpekur di ujung kamarku yang hening. Bersama butiran cha cha berwarna-warni yang ku genggam hingga meleh. How should I tell you this… Bila cinta membutuh kan sebuah alasan untuk bilang cinta. There is a thousands of reason for me to love you…
Tapi cinta tidak begitu… Konon, cinta mengalir begitu saja di hati seseorang tanpa ada alasan yang mendasarinya sebagai suatu pertanda.

Katanya cinta itu anugrah kak... diberikan Tuhan pada pasangan yang sejodoh. Seperti toples dengan tutupnya, laut dengan langit, dan pesawat dengan hanggarnya.

Mungkin aku hamparan salju dan kamu adalah matahari. Bila kita diberi cinta itu dan diberi kesempatan untuk bersatu aku akan meleh menjadi air dan menjadi uap... dan kamu tidak akan pernah melihatku lagi untuk selamanya.... kamu akan membunuhku perlahan-lahan kak.... Masihkah kau menginginkannya?
Kamu harus setuju kalau aku bilang bahwa cerita ini sudah berlalu. Seperti angin yang pergi ke utara membawa serta segala asa kita yang pernah ada ... Tak perlu ada analisis apapun seperti biasanya kak.

Biarkan saja hanya pohon cemara itu yang tau tentang kita, juga sepasang elang di atas kayu tua di bibir laut...

Biarkan saja hanya kita yang tau bahwa cerita ini pernah ada,
We are the untold story... and forever it will be…


Read more...

23 Oktober 2009

Itu Kamu....

Itu kamu… dengan segala kesepianmu.. dengan segala keputus asaanmu. Segalanya berasal dari dirimu sendiri. Alam pikiranmu sendiri yang membuat segalanya menjadi begitu. Tidak adakah cara supaya hatimu mau berdamai dengan dunia? Daripada berkeluh kesah sepanjang hari ? Life is too short for just doing something like that… its wasting…

Hidup adalah segala A B C D hingga Z , hijau kuning merah , panas, kabut, hujan dan dingin.


Itulah hidup sayang…. Segalanya akan membuat mu lebih kuat lebih dewasa dan lebih bijaksana.

Seperti pinsilku ini yang semakin tajam saat ku raut. Semakin tajam, semakin berguna dia dan semakin banyak goresan bermakna yang diciptakannya. Hingga habis masanya. Seperti itulah dirimu nanti... Buat hidupmu lebih bermakna. Be flexible to the world... Don’t ever afraid to face the world….




Read more...

13 Agustus 2009

Satu Bintangku

Ada satu bintang,
Yang hanya bisa kupandang saat malam tiba

jaraknya seribu tahun cahaya dari tempatku berdiri
Tapi hangat sinarnya sampai ke palung jiwa

Ditengah kelam nya malam kilaunya berdenting bagai orion

Malam itu Tuhan memberiku mimpi indah...
Angin utara membawaku keatas sana
Kuraih dan ku genggam bintang
cahaya lembutnya berpendar dari balik jemariku
seperti sebuah kekuatan

Bintang.., aku tak akan mampu menggenggammu berlama-lama
cahayamu terlalu indah ditangan ku ini
Akan kukembalikan ketempatmu semula
di tempatmu yang sesungguhnya..
diatas langit sana dan akan kupandangi setiap malam..

Read more...

12 Agustus 2009

KSATRIA, PUTRI dan BINTANG JATUH


Lately... I've been thinking about something that would be very influence in my life.. Sesuatu yang akan menentukan jalan hidupku selanjutnya..

Dan aku jadi ingin menulis ini : Cinta memiliki seribu wajah, seribu makna dan seribu dimensi. semakin dewasa seseorang, akan semakin bijak menyikapi esensi cinta yang sesungguhnya.

Bagi saya... cinta itu perasaan yang datang begitu saja.. tanpa alasan yang kokoh yang mendasarinya untuk muncul di hati seseorang. Datang karena adanya kecocokan sinergi dari dalam diri masing-masing dan karena adanya rasa aman saat bersama. Saat itu dua orang akan bisa tersenyum bersama-sama, saling memandang dan berkata di dalam hati : "I'm with you..."


Percayakah kamu dengan pepatah : "Cinta tak harus memiliki" ? Jawabannya : Harus. Karena ada yang maha memiliki cinta itu sendiri..

Puisi di bawah ini kubaca utuk pertama kalinya tujuh tahun yang lalu dari novel pertama Dewi Lestari yang kudapatkan dari basar buku murah di depan Universitas Brawijaya Malang. Sudah lama ya ? tapi rasanya masih mengena hingga sekarang.



KSATRIA, PUTRI dan BINTANG JATUH


Ksatria jatuh cinta pada putri bungsu dari kerajaan bidadari.
Sang putri naik ke langit.
Ksatria kebingungan.

Ksatria pintar naik kuda dan bermain pedang.

Tapi tidak tahu caranya terbang.
Ksatria keluar dari kastil untuk belajar terbang pada kupu-kupu.
Tetapi kupu-kupu hanya bisa menempatkannya di pucuk pohon.

Ksatria belajar pada burung gereja.
Burung gereja hanya mampu mengajarinya sampai diatas menara.

Ksatria kemudian berguru pada burung elang.
Burung elang hanya mampu membawanya sampai puncak gunung.

Tak ada unggas bersayap yang mampu terbang lebih tinggi lagi.
Ksatria sedih, tapi tetap tidak putus asa.

Ksatria memohon pada angin.
Angin mengajarinya terbang mengitari bumi.
Lebih tinggi dari gunung dan awan.
Namun sang putri masih jauh di awang-awang,
Dan tak ada angin yang mampu menusuk langit.

Ksatria sedih dan kali ini ia putus asa.
Sampai satu malam ada bintang jatuh
Yang berhenti mendengar tangis dukanya.
Ia meanawari Ksatria untuk mampu melesat secepat cahaya.

Ia relakan seluruh kepercayaannya pada bintang jatuh
menjadi sebuah nyawa.
Dan ia relakan nyawa itu bergantung hanya pada serpih detik yang mematikan.

Bintang jatuh menggenggam tangannya.
Inilah perjalanan sebuah cinta sejati,.. ia berbisik,
tutuplah matamu Ksatria....
Katakan untuk berhenti jika hatimu
merasakan keberadaan sang puteri…

Melesatlah mereka berdua.
Dingin yang tak terhingga terasa merobek Ksatria mungil,
Namun hangat jiwanya diterangi rasa cinta.
Dan ia merasakannya.. Berhenti! ? !!

Bintang jatuh melongok ke bawah,
Dan ia pun melihat sesosok puteri cantik yang kesepian.
Bersinar bagaikan orion di tengah kelamnya galaksi.

Ia pun jatuh hati.
..

Dilepaskannya genggaman itu.

Sewujud nyawa yang terbentuk atas cinta dan percaya.
Ksatria melesat menuju kehancuran.
Sementara sang bintang turun
Untuk dapatkan Sang Puteri.

Ksatria yang malang.
...
Sebagai balasannya di langit kutub dilukiskan aurora.
Untuk mengenang kehalusan dan ketulusan hati Ksatria.

Tragis bukan?? Tapi begitulah seharusnya cinta sejati. Rela berkorban demi sang Putri. Meski harus hancur menjadi serpihan. Sebuah kehancuran yang maha indah. Hancur karena pengorbanan. Bukan karena kekonyolan.

Bukannya ingin hancur seperti Ksatria, tapi ingin mencintai seperti ksatria. Tidak mampu menggengam sang Putri pun tak masalah. Yang terpenting bisa berbuat sesuatu yang berarti untuk sang putri, walau tanpa memiliki. Because that's the reall love.

Bahkan cinta kadang-kadang tidak konsisten. Seperti bintang, berubah-rubah warna sesuai suhu. Kadang-kadang menghilang menjadi serpihan debu. Kenali benar-benar cinta yang sedang kita genggam. Dua bait dari Dewi Lestari yang lain ..

Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri

Meski seringkali kau malah asyik sendiri
Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya



kadang-kadang kita tidak akan menyadari siapa cinta sejati yang sesungguhnya. They
could be anyone else that you can’t recognize her heart.

Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan

tapi memiliki sayang yang tiada tara yang diciptakan Tuhan Khusus untuk kita... bagaimanapun kita mencari.... jodoh kehidupan tidak akan pernah berubah....

Love Will Find their way... like the river flow only to sea... Keep on Pray..

I'm with You....

Read more...

18 April 2009

EDELWEISS IN THE MORNING

Tiba-tiba saja bunga edelweiss itu sudah menjadi salah satu penghuni kamarku dan bertengger dengan manisnya di samping PC. Walau hanya beberapa tangkai, wangi lembutnya kadang-kadang muncul di indraku. tadinya aku kira it just … sebuah bunga gunung yang angkuh dan tanpa ekspresi. Teryata… bunga itu wangi ! Wanginya mengingatkan aku pada wangi parfum pria penjaga toko buku Pustaka-madina sepulang sholat dzuhur yang melintas di belakangku siang itu.

Sebenarnya edelweiss ini sudah jarang disebut-sebut.., hanya saja… kok aku penasaran banget yak… sama bunga abadi ituh.. !? sesama penasarannya aku terhadap sebuah pertanyaan : jadi apa aku dua tahun mendatang…

Lalu … seorang teman yang baik membawakan aku seikat edelweiss sepulang dari Yogya !!! Uchhh…. Seneng BGTT….

Bunga itu… kuntumnya imut.. berwarna pastel. Entah berapa ratus kuntum dalam satu ikat edelweiss itu… kuntum-kuntum yang sudah merekah bentuknya serupa bunga matahari tapi super kecil sedangkan kuntum-kuntum yang belum merekah serupa bunga melati… penasaran khannn… so sweet lah pokoknya… apa lagi kalo’ sudah terkena sinar mentari
pukul sembilan..

Nah.. beginilah rupanya edlweiss at 9 AM. Meja ini adalah tempat favorit. Tempat aku berekspresi dengan bebas, menghabiskan me time dengan googling kemana-mana. Berantakan Ya...... tapi itulah cirikhasnya.. (alesannnnnn.... ) Sekali waktu pada malam hari, meja ini bertransformasi menjadi mini bar sekaligus mini theatre tempat nonton CD. Dari sekedar nonton film biasa sampe yg lebih serius : nonton Harry Potter untuk melatih British Accent. Hemm... siapa sangka meja buatan Mbh Topo itu berarti banget bwt aku.. (sok dramatisss .. )

Kembali ke Edelweis, jangan coba-coba untuk memilikinya Ywww… Cukup aku aja yang terakhir. karena bunga ini telah menjadi langka dan dilindungi. Edelweis atau Anaphalis javanica adalah tumbuhan gunung yang terkenal, tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian 8 m dan memiliki batang sebesar kaki manusia. bunga Edelweis ada beberapa macam warnanya, tergantung dari habitat dimana ia tumbuh. Di gunung Arjuno dan Welirang (jawa-timur), bunga ini akan berwarna sedikit kekuningan. di beberapa gunung lain, warnanya pun akan lain. Biru, sedikit kemerahan. yang paling banyak ditemui adalah warna putih. Kok yang di kamarku itu krem yak !?!.. hehe..

Read more...

Advertising


Produk SMART Telecom

Masukkan Code ini K1-45869D-2
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP