When We Turn Into The Wind ...
Aku masih di tempat itu.... terpekur di ujung kamarku yang hening. Bersama butiran cha cha berwarna-warni yang ku genggam hingga meleh. How should I tell you this… Bila cinta membutuh Tapi cinta tidak begitu… Konon, cinta mengalir begitu saja di hati seseorang tanpa ada alasan yang mendasarinya. Katanya cinta itu anugrah kak... diberikan Tuhan pada pasangan yang sejodoh. Seperti toples dengan tutupnya, laut dengan langit, adam dan hawa .. dan pesawat dengan hanggarnya. Mungkin aku hamparan salju dan kamu adalah matahari. Bila kita diberi cinta itu dan diberi kesempatan untuk bersatu aku akan meleh menjadi uap... dan kamu tidak akan pernah melihatku lagi untuk selamanya.... kamu akan membunuhku perlahan-lahan kak.... Masihkah kau menginginkannya? Kamu harus setuju kalau aku bilang bahwa cerita ini sudah berlalu. Seperti angin yang pergi ke utara membawa serta segala asa. Tak perlu ada analisis apapun seperti biasanya. Biarkan saja hanya pohon cemara itu yang tau tentang kita, juga sepasang elang di atas kayu tua di bibir laut... Biarkan saja hanya kita yang tau bahwa cerita ini pernah ada, We are the untold story... and forever it will be… 





